Qurban : Pengertian, Hukum & Tata Cara Dalam Islam
Pengertian, hukum dan tata cara qurban dalam islam

Qurban : Pengertian, Hukum & Tata Cara Dalam Islam

Diposting pada

Carasatu.web.id – Hari raya Qurban atau Iedul Adha diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah setiap tahunnya. Berqurban menjadi ibadah yang bisa dirasakan oleh sesama muslim disamping mendapatkan ridho Allah SWT.

Qurban dalam islam identik dengan penyembelihan hewan kurban. Hal tersebut susuai dengan pendapat sebagian ahli tafsir berkaitan dengan kurban yaitu surat Al Kautsar ayat 2.

Sebagian ulama berpendapat bahwa pengembelihan hewan yang dimaksud adalah menyembelih hewan qurban setelah shalat Ied.

Pengertian Hewan Qurban

Hewan Qurban disebut juga Udh-hiyah dalam ilmu fiqih islam.

Hewan Qurban adalah hewan ternak yang disembelih pada hari iedul Adha dan hari tasyriq untuk mendekatkan diri dan mencari ridho Allah SWT kerena datangnya hari raya tersebut.

Hewan yang bisa disembelih saat Iedul Adha dan hari tasyriq adalah Kambing, Sapi, Onta, Kerbau.

Hukum Qurban

Mayoritas Ulama seperti Imam Malik, Syafi’i, Ahmad, Ibnu Hazm dan lainnya,bahwa ibadah Qurban hukumnya sunnah mu’akkadah (diutamakan).

Hukum Sunnah Mu’akkadah didasarkan pada 2 riwayat, yaitu :

Dari Abu Mas’ud Al Anshari radhiyallahu ‘anhu. Beliau mengatakan, “Sesungguhnya aku sedang tidak akan berqurban. Padahal aku adalah orang yang berkelapangan. Itu kulakukan karena aku khawatir kalau-kalau tetanggaku mengira qurban itu adalah wajib bagiku.” (HR. Abdur Razzaq dan Baihaqi dengan sanad shahih).

Dikatakan oleh Abu Sarihah, “Aku melihat Abu Bakar dan Umar sementara mereka berdua tidak berqurban.” (HR. Abdur Razzaaq dan Baihaqi, sanadnya shahih)

Ada pendapat lainnya yang menyebutkan wajib bagi yang mampu. Namun yang meriwayatkan ibadah qurban dihukumi wajib hadistnya hasan.

Ketentuan Qurban

Qurban bisa dilakukan perseorangan maupun kelompok. Perseorangan disini bukan berarti satu orang satu hewan namun satu orang bisa mewakili keluarga.

Untuk Kambing bisa untuk qurban 1 keluarga dengan biaya pembelian ditanggung satu orang misal oleh kepala keluarga.

Jadi satu kambing ini bukan untuk satu orang namun untuk satu keluarga bahkan untuk yang sudah meninggal sekalipun.

Jadi tidak dikhususkan 1 orang satu kambing, misal kambing A untuk si A kambing B untuk si B padahal A dan B masih satu keluarga.

Jadi satu keluarga cukup satu kambing itu sudah benar.

Bahkan nabi Muhammad SAW pernah berkurban untuk dirinya dan umatnya

”Yaa Allah ini – qurban – dariku dan dari umatku yang tidak berqurban.” (HR. Abu Daud 2810 & Al Hakim 4/229 dan dishahihkan Syaikh Al Albani dalam Al Irwa’ 4/349).

Sedangkan untuk Sapi adalah 7 orang dan Onta untuk 10 orang.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu beliau mengatakan, “Dahulu kami penah bersafar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu tibalah hari raya Iedul Adha maka kami pun berserikat sepuluh orang untuk qurban seekor onta. Sedangkan untuk seekor sapi kami berserikat sebanyak tujuh orang.” (Shahih Sunan Ibnu Majah 2536, Al Wajiz, hal. 406)

Dari ketentuan di atas maka maksud dari kambing untuk 1 orang, sapi untuk 7 orang dan onta untuk 10 orang adalah pada biaya pengadaannya.

Jadi biaya pengadaan kambing hanya boleh dibebankan pada 1 orang, sapi dibebankan pada 7 orang dan onta dibebankan pada 10 orang.

Syarat Hewan Qurban

Hewan yang akan digunakan untuk ibadah Qurban harus memenuhi beberapa sayarat sebagai berikut :

Umur Hewan Qurban

Hewan yang digunakan untuk kurban adalah hewan yang sudah dewasa. Kedewasaan hewan bosa dilihat dari umurnya.

  • Kambing jawa berumur 1 tahun
  • Sapi berumur 2 tahun
  • Onta berumur 5 tahun
  • Domba berumur 1/2 tahun.
Hewan Tidak Boleh Cacat

Hewan yang akan disembelih untuk Qurban harus sehat dan tidak boleh cacat.

Cacat hewan yang tidak sah untuk Qurban :

  1. Buta sebelah (Benar benar buta)
  2. Sakit yang benar-benar sakit (Tampak sakitya)
  3. Benar benar pincang
  4. Sangat tua (tidak punya sumsum tulang)

Cacat Hewan Yang Makruh Untuk Qurban :

  1. Sebagian/ keseluruhan telinganya terpotong
  2. Tanduknya pecah atau patah

Cacat Hewan Yang Tidak Sempurna Untuk Qurban :

Cacat hewan yang tidak lebih parah dari 6 jenis cacat di atas masih bisa untuk Qurban namun tidak sempurna.

Contoh cacat hewan yang tidak sempurna untuk kurban :

Gigi ompong, tidak berekor, bunting (hamil), tidak berekor dan tidak berhidung.

Gemuk

Selain memenuhi kriteria Hewan Qurban di atas (Sempurna), hewan kurban juga harus gemuk. Hewan yang paling utama untuk dijadikan kurban adalah Onta, kemudian sapi dan terakhir Kambing.

Hewan qurban bisa betina atau jantan namun lebih utama hewan jantan.

Tata Cara Qurban

Berqurban memiliki tata cara yang sudah ditentukan dalam Islam yang harus dipatuhi agar qurban yang Anda lakukan sah. Berikut ketentuannya

Waktu Penyembelihan

Penyembelihan hewan dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah dan hari tasyriq (11,12,13) Dzulhijjah setelah sholat Ied baik siang atau pun malam namun lebih utama pada siang hari.

Yang berqurban tidak boleh memotong kuku maupun rambut yang ada di tubuh mulai 1 Dzulhijjah hingga 10 hari dengan cara apapun sebanyak apapun.

“Apabila engkau telah memasuki sepuluh hari pertama (bulan Dzulhijjah) sedangkan diantara kalian ingin berqurban maka janganlah dia menyentuh sedikitpun bagian dari rambut dan kulitnya.” (HR. Muslim).

Tempat Menyembelih Hewan Qurban

Penyembelihan Hewan Qurban dilakukan di tempat tanah lapang yang digunakan untuk sholat Ied. Selin itu penyembelihan hewan qurban di tempat manapun yang disukai baik di rumah mauapun di tempat lain yang diperbolehkan.

Penyembelih Hewan Qurban

Disunnahkan orang yang berkorban menyembelih sendiri hewan qurbannya. Namun bisa juga di wakilkan kepada orang lain.

Cara Penyembelihan Hewan Qurban

  1. Orang yang berqurban menyembelih sendiri hewan qurbannya atau diwakilkan.
  2. Gunakan alat yang tajam untuk menyembelih
  3. Hewan yang disembelih di baringkan diatas lambung kiri, menghadap kiblat
  4. Membaca “Bismillaahi wallaahu akbar” saat akan menyembelih hewan qurban.
  5. Dilanjutkan dengan Hadza minka wa laka atau hadza minka wa laka ‘anni atau ‘an fulan (nama shahibul qurban) atau berdoa “Allahumma taqabbal minni atau min fulan (sebut nama shahibul qurban)

Yang Dilarang Dalam Qurban

  • Tidak boleh bershalawat saat hendak menyembelih
  • Memperjualbelikan hasil sembelihan
  • Mengupah tukang jagal dengan bagian hewan sembelihan
  • Menyembelih satu kambing khusus untuk makan-makan panitia

Keutamaan Qurban

Tujuan utama berqurban adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bahkan para ulama menjelaskan keutaman berqurban.

Dijelaskan bahwa berqurban (menyembelih hewan Qurban) lebih utama dibanding sedekah yang senilai atau lebih dari harga hewan qurban.

Hal tersebut berdasarkan hadist nabi “Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari Nahr (Iedul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (qurban), maka hendaknya kalian merasa senang karenanya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim dengan sanad sahih, lihat Taudhihul Ahkam, IV/450)

Demikian ibadah qurban dalam Islam. Ada aturan ada tata cara yang harus dilakukan dan tidak harus dilakukan.

semoga berguna

Baca juga : 4 Olahan Tempe Tradisional Enak dan Lezat (DIY)

Facebook : Carasatu